Tentang Palu dan Arit di Indonesia

palu arit

Oleh : DA

Pagi ini beranda Facebook saya dihebohkan dengan berita tentang Putri Indonesia yang mengunggah fotonya sambil mengenakan baju dengan gambar palu dan arit. Banyak yang pro dan kontra mengenai hal ini. Namun, kebanyakan masyarakat Indonesia masih dengan teguh memegang prinsip kebencian terhadap simbol komunisme tersebut. Berpuluh-puluh orang sibuk mencerca sang putri sambil mengatakan β€œKomunis!” atau setidaknya mencibir kenapa harus mengenakan pakaian tersebut. Nah, sebelum kamu juga ikut mencibir, coba jawab dulu pertanyaan berikut ini.

Apa Itu Palu dan Arit?

Palu arit merupakan sebuah gambar yang dijadikan sebagai simbol komunisme yang menyiratkan hubungan antara komunisme, partai komuns, serta negara komunis. Namun, lebih dalam lagi, gambar palu dan arit yang saling bertumpang tindih tersebut sebenarnya menyiratkan makna yang lebih humanis daripada sekadar komunis.

Gambar tersebut merepresentasikan kaum buruh dan petani yang saling bersatu. Simbol tersebut muncul pertama kalinya setelah meletusnya Revolusi Rusia yang kemudian dikenal sebagai salah satu simbol pada bendera Uni Soviet dan Partai Komunis Tiongkok.

Apa Itu Komunisme?

Setelah kamu tahu kalau palu dan arit itu merupakan lambang persatuan buruh dan petani, sekarang saatnya kamu mengetahui apa itu komunisme. Komunisme sendiri merupakan ideologi atau paham yang berasal dari Manifest der Kommunistichen yang oleh Karl Marx dan Friederich Engels ditulis sebagai sebuah manifesto politik, pendekatan atas perjuangan kelas sosial dan ekonomi kesejahteraan.

Komunisme sendiri lahir sebagai koreksi terhadap kapitalisme pada abad ke-19 yang menganggap kalau kaum buruh dan petani hanyalah bagian dari produksi sehingga yang lebih dipentingkan hanyalah kesejahteraan ekonomi belaka.

Seberapa Jauh Kamu Memahami Komunisme dan Palu Arit?

Oke, saya tidak akan berlama-lama menjelaskan tentang kedua hal tersebut karena sejatinya, saya bukan orang yang benar-benar paham mengenai keduanya. Tapi setidaknya, saya melihat bahwa ada kekacauan pemahaman yang dialami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia mengenai komunisme sehingga berujung pada kebencian, dendam, dan prasangka.

Banyak masyarakat Indonesia yang akhirnya terjebak pada mitos mengenai komunisme dan palu arit sehingga sedikit apa pun berita yang mencuatkan kedua simbol tersebut akan dianggap sebagai pelencengan, pelecehan, bahkan pembangkangan. Entah pelecehan, pelencengan, dan pembangkan terhadap siapa. Yang jelas, beginilah masyarakat memandang mitos palu dan arit.

Padahal, jika kamu memahami dengan benar hakikat si palu arit, tentu kamu akan bangga dengan lambang tersebut karena kaum buruh dan petani sejatinya merupakan pihak yang telah memberikan banyak kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jadi, bacalah dulu sebelum kamu menulis atau berbicara. Jika tidak, beginilah Indonesia seterusnya : berada di bawah mitos dendam dan prasangka.

Baca juga tulisan tentang palu dan arit di sini: Heboh Baju Palu Arit.

Advertisements

6 Replies to “Tentang Palu dan Arit di Indonesia”

  1. saya sangat setuju dengan pemahamannya, sudah saatnya bangsa Indonesia berjuang melawan musuh sebenarnya, yaitu “KEBODOHAN” akibat cuci otak masa orba soal komunis.
    Komonis hanyalah sebuah paham ideologi, sama seperti paham demokratis, replubilk dll, apa yang perlu di permasalahkan.

    tapi tidak dapat dipungkiri masyarakat negara kita masih banyak yg keterbelakangan pendidikan dan lulus dari lulusan sekolah dibawah standart, maka hasilnya kembali lagi pada “KEBODOHAN”
    Bagi masyarakat yang masih kena efek wash brain KOMUNIS = ATHEIS harap belajar dulu sampe pinter!

    Musuh kita semua itu hanyalah “KEBODOHAN”, jangan maksa cari musuh dengan pemikiran yang pas2an

  2. Hallo mas.. hal ini juga berakar dari penanaman kebencian yang terstruktur dari zaman dahulu, dari generasi ke generasi bangsa Indonesia. Padahal jika dikaji lebih seksama, apa sih salahnya komunis ? lihat negara negara bekas komunis di Eropa Timur yang saat ini bisa lebih sejahtera dibanding negara kita. Jangan hanya karena sejarah kelam tentang komunis di Indonesia sehingga kita mati matian membenci komunis.

    1. Ya, inilah yang dinamakan dengan mitos. Ketika sesuatu ditanamkan dengan persepsi yang kuat, maka hal itu akan mengalir menjadi sesuatu yang dianggap kebenaran. Semoga kita selalu bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s