Freak Folk, Musik Urban dengan Kerinduan Akan Sejarah

coco rosie

Genre musik apa yang biasa kamu dengar? Musik pop, RnB, blues, atau? Ya, semua genre musik pada dasarnya memang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk menikmati musik tertentu. Tapi, semua genre musik tentu punya cerita, sejarah, dan filosofinya tersendiri.

Seperti halnya musik yang akan dibahas kali ini, Freak Folk. Genre musik ini merupakan genre musik rakyat yang di dalamnya kamu akan mendengar instrumen akustik, namun juga diwarnai dengan unsur musik avant-garde, baroque pop, psychedelic, suara yang tak biasa, serta gaya vokal unik atau nyeleneh. Bagi saya, musik seperti ini bukan hanya untuk dinikmati, melainkan juga untuk dikhidmati.

Salah satu musisi freak folk yang sudah lama hadir adalah CocoRosie. Dua bersaudara ini mulai menyuarakan musik genre tersebut pada tahun 2003 dengan atribut yang terkesan gelap, namun menyajikan kenangan tentang masa lalu.

Musik urban dengan kemasan yang modern tapi terkesan ‘acak-acakan’ ini memperlihatkan situasi kehidupan urban yang juga serba acak-acakan. Namun, lirik yang muncul pada musik ini tentu tidak sembarangan. Genre musik ini sebenarnya menunjukkan sebuah ‘kerinduan’ kaum urban akan sejarah. Baik itu sejarah sebagai masa lalu maupun sebagai cerita.

Kamu akan mendengar sebuah suara yang nyaris seperti orang frustrasi dan mengenang, namun juga terkesan seperti menghadapi masa depan dengan sebuah gejolak yang besar. Gejolak untuk kembali pada masa lalu bersamaan dengan gejolak untuk membuat masa depan menjadi indah.

Kamu tentu pernah merasakan kerinduan kan? Rasa rindu inilah yang bisa kamu nikmati saat mendengarkan musik freak folk. Sebuah suara tentang mengenang masa lalu, mengenang cerita kakek dan nenek tentang penjajahan, hingga mengenang ayah dan ibu yang meninggal sebagai pahlawan.

Musik ini mengajarkan pendengarnya untuk menghargai sejarah sebagai sebuah pengalaman sekaligus pemahaman, namun juga menuntut diri sendiri untuk lebih termotivasi dalam menjalankan masa depan (meskipun dalam suasana yang sudah kalang kabut).

Belum percaya? Yuk, dengarkan satu lagu ini!

“Lemonade”

It was Cinco de Mayo
Pillow case on his head
No more breathing time
An ambulance sped
Sped ’round ever corner
Calling out his name

Shot a rabbit from the back seat window
Sat and watched the summer corn grow
Ate ice cream in a desert dream
And got lost in father’s singing
Too hot inside
Too hot outside
Lazy days when I said let’s go for a ride
We’ll sail on Spirit Lake
Me, my pappy, and his lemonade

Tim and Tina were my parents’ names
They got engaged
They were inflamed
Seduced by the light of butterflies
How they shimmer, how they glimmer
Those butterflies

We seven kids
We almost died
Nearly put to death
By lightening strikes
Instead there was hot, pink
Flashes in the sky
We climbed the rocks, in snow and rain
In search of magic powers
To heal our mother’s pain

(CocoRosie)

Advertisements

One Reply to “Freak Folk, Musik Urban dengan Kerinduan Akan Sejarah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s