Batik, Sebuah Filosofi Tentang Kehidupan

Berbicara soal batik tidak akan lepas dari filosofi kehidupan karena batik merupakan hasil karya budaya dan tradisi yang sampai sekarang masih senantiasa mengelilingi masyarakat Indonesia dengan pesonanya. Bukan hanya soal keindahan, tapi soal bagaimana sebuah keindahan terbentuk karena kebudayaan yang dicapai oleh manusia tradisi dan kebudayaan.

Pengelompokan Batik

Secara proses, batik dibagi menjadi dua jenis atau dua kelompok, yakni batik pedalaman dan batik pesisir. Batik pedalaman merupakan batik yang dihasilkan oleh masyarakat pedalaman dengan kebudayaan yang tentu saja berbeda dengan batik pesisir.

Batik pedalaman merupakan batik asli yang merepresentasikan kebudayaan asli masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, batik pedalaman memiliki corak warna yang lebih kalem dan lebih dekat dengan alam. Misalnya saja, batik Pekalongan yang berwarna cokelat, hitam, dan krem.

Sementara itu, batik pesisir merupakan batik yang sudah dipengaruhi oleh kebudayaan luar. Seperti halnya batik-batik khas Cirebon yang penuh dengan warna-warna ceria seperti merah, biru, hijau, dan warna terang lainnya. Berikut ini adalah beberapa jenis batik yang dipamerkan di museum tekstil Jakarta.

Batik Adu Manis, Garut

Batik Adu Manis dan Kupu-kupu, Garut

Batik Anggrek Lepaan Bulao, Tasikmalaya

Batik Lancah Hejo, Tasikmalaya

Batik Bulu Hayam, Garut

Batik Sekar Jagad Cianjur (Beasan, Kacapi, Suling, Hayam Pelung), Cianjur

Batik Ciung Wanara, Ciamis

Baca juga : Warisan Budaya Batik di Museum Tekstil

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s